SELOGIRI-Edukasi tentang risiko perkawinan anak yang diberikan kepada siswa sejak usia sekolah membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya melanjutkan pendidikan dan menunda pernikahan hingga siap secara mental, fisik, dan ekonomi. Upaya ini dilakukan oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Selogiri melalui kegiatan pembinaan di SMPN 1 Selogiri pada jeda test Semester 2.
Dalam penyampaiannya, Ikhsan menekankan bahwa masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.
“Pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, tidak hanya dari sisi perasaan, tetapi juga mental seseorang, fisik, dan yang paling penting adalah ekonomi. Oleh karena itu, siswa perlu memprioritaskan pendidikan sebagai bekal masa depan,” ujar Aswari.
Beliau menambahkan bahwa perkawinan anak memiliki berbagai risiko yang perlu dipahami sejak dini apalagi dari segi umur memang belum siap juga. Selain itu, dalam diskusi lebih lanjut dengan siswa, para penyuluh memberikan gambaran tentang pernikahan dini akan berdampak kepada psikologis anak dan juga orang tua. Untuk itu, himbauan dari pihak KUA untuk menjaga pergaulan serta menjauhi pergaulan yang negatif agar pernikahan usia dini dapat terhindarkan. (AdmF)



