Selamat datang di SMP Negeri 1 Selogiri - SEKOLAH INOVATIF MENUJU GENERASI RELIGIUS DAN KOMPETITIF

Peringati Maulid Nabi SAW, Siswa Diajak Bangun Personal Branding Muslim dan Asah Bakat Keagamaan

Edukasi Digital dan Penjaringan Bakat Siswa Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Selogiri Selogiri – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan pada Senin (24/8/2026) berlangsung dengan penuh khidmat, meriah, dan berkesan. Kegiatan keagamaan yang dipusatkan di aula sekolah tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual warga sekolah, melainkan […]

Semarakkan HUT ke-81 RI, SMPN 1 Selogiri Unjuk Aksi di Pawai Budaya Kecamatan Selogiri

SELOGIRI — Suasana kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia begitu terasa di Kecamatan Selogiri pada Selasa (18/8/2026). Ribuan warga memadati sepanjang rute jalan protokol untuk menyaksikan Pawai Budaya yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga selesai. Acara tahunan ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tingkatan pemerintah desa hingga institusi pendidikan. Di […]

Upacara menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 matahari pagi menyapu Lapangan Kaliancar, tempat ratusan siswa dan guru SMPN 1 Selogiri berdiri rapi menanti detik-detik peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Kehadiran seluruh warga sekolah di lapangan ini menjadi wujud nyata penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa. Tepat pukul 09.00 WIB, upacara pengibaran bendera dimulai dengan dipimpin langsung […]

Table of Contents

SOSIALISASI PEMBINAAN PRA-NIKAH USIA SEKOLAH

SELOGIRI-Edukasi tentang risiko perkawinan anak yang diberikan kepada siswa sejak usia sekolah membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya melanjutkan pendidikan dan menunda pernikahan hingga siap secara mental, fisik, dan ekonomi. Upaya ini dilakukan oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Selogiri melalui kegiatan pembinaan di SMPN 1 Selogiri pada jeda test Semester 2.

Dalam penyampaiannya, Ikhsan menekankan bahwa masa remaja merupakan waktu yang tepat untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.

“Pernikahan membutuhkan kesiapan yang matang, tidak hanya dari sisi perasaan, tetapi juga mental seseorang, fisik, dan yang paling penting adalah ekonomi. Oleh karena itu, siswa perlu memprioritaskan pendidikan sebagai bekal masa depan,” ujar Aswari.

Beliau menambahkan bahwa perkawinan anak memiliki berbagai risiko yang perlu dipahami sejak dini apalagi dari segi umur memang belum siap juga. Selain itu, dalam diskusi lebih lanjut dengan siswa, para penyuluh memberikan gambaran tentang pernikahan dini akan berdampak kepada psikologis anak dan juga orang tua. Untuk itu, himbauan dari pihak KUA untuk menjaga pergaulan serta menjauhi pergaulan yang negatif agar pernikahan usia dini dapat terhindarkan. (AdmF)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *