
Edukasi Digital dan Penjaringan Bakat Siswa Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMP Negeri 1 Selogiri
Selogiri – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan pada Senin (24/8/2026) berlangsung dengan penuh khidmat, meriah, dan berkesan. Kegiatan keagamaan yang dipusatkan di aula sekolah tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual warga sekolah, melainkan juga dirangkai dengan kegiatan pembinaan etika digital serta ajang kompetisi keagamaan untuk menjaring bibit-bibit berprestasi siswa.
Mengusung tema utama “Personal Branding Muslim: Meneladani Karakter Al-Amin di Dunia Maya”, acara ini menghadirkan narasumber utama Ustadzah Nofrida Aryani Puspitasari, S.S. Beliau merupakan seorang Penyuluh Agama Islam sekaligus pendongeng profesional yang aktif membina berbagai kegiatan keagamaan dan edukasi anak di wilayah Kabupaten Wonogiri.
Rangkaian Acara Khidmat: Dari Lantunan Ayat Suci Hingga Syiar Hadroh
Rangkaian acara peringatan Maulid Nabi dimulai sejak pagi hari dengan diawali pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ananda Rizky, siswa kelas 9H, bertindak sebagai qori yang melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara merdu dan fasih, menciptakan suasana tenang dan penuh keberkahan di ruang acara.
Setelah pembacaan Al-Qur’an, Kepala Sekolah, Drs. Agus Joko Sumarno, M.Pd., menyampaikan sambutannya. Dalam pengarahannya, beliau menekankan bahwa momentum Maulid Nabi harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan rutin tahunan. Beliau mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikannya sebagai sarana evaluasi diri dan proses pembentukan karakter mulia (akhlaqul karimah).
“Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Melalui peringatan ini, saya berharap para siswa dapat menyerap nilai-nilai keteladanan beliau dan menerapkannya secara nyata, baik dalam kehidupan sekolah, masyarakat, maupun di era digital saat ini,” tutur Drs. Agus Joko Sumarno, M.Pd. dalam sambutannya.
Keheningan acara kemudian berganti dengan suasana gembira saat grup hadroh sekolah tampil membawakan alunan selawat dan syair-syair islami. Tampilan seni musik religi di bawah bimbingan dan arahan pelatih Bu Fitri Widyaningsih tersebut berhasil membangkitkan semangat serta menambah kekhusyukan seluruh guru dan siswa yang hadir.
Sesi Inti: Membangun Personal Branding dan Bijak Bermedia Sosial
Memasuki acara inti, Ustadzah Nofrida Aryani Puspitasari, S.S., menyampaikan tausiyah interaktif yang disesuaikan dengan dinamika remaja saat ini. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya meneladani sifat-sifat utama Rasulullah, khususnya sifat Al-Amin yang berarti sosok yang dapat dipercaya, jujur, dan memiliki integritas tinggi.
Secara khusus, Ustadzah Nofrida mengaitkan penerapan sifat Al-Amin dengan gaya hidup modern anak muda di dunia maya. Menurutnya, perkembangan teknologi media sosial merupakan pisau bermata dua yang harus disikapi secara cerdas dan bijak oleh generasi muda muslim.
“Ruang digital hari ini adalah cerminan dari karakter diri kita. Seorang muslim yang meneladani Rasulullah hendaknya memiliki personal branding yang unggul, jujur, dan menyebarkan kebaikan saat berselancar di dunia maya,” terang Ustadzah Nofrida di hadapan para siswa.
Beliau juga mengingatkan para siswa agar tidak menghabiskan waktu secara sia-sia hanya untuk bermain gim secara berlebihan (game online) atau sekadar mengusap layar (scroll) menyaksikan konten-konten yang tidak bermanfaat. Sebaliknya, perangkat digital dan internet semestinya dimaksimalkan sebagai sarana menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, serta menyebarkan nilai-nilai positif.
Sesi materi yang disampaikan secara edukatif dan komunikatif tersebut diakhiri dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan dan ketetapan iman bagi seluruh keluarga besar sekolah.
Ajang Seleksi MAPSI: Lomba Keagamaan dan Kaligrafi
Usai pelaksanaan acara inti, seluruh siswa diberikan jeda waktu istirahat selama 15 menit untuk menyegarkan pikiran. Setelah itu, kegiatan sekolah berlanjut ke agenda berikutnya, yaitu perlombaan keagamaan antar-kelas.
Penyelenggaraan lomba ini bertujuan strategis sebagai wadah penjaringan dan penyaringan bibit-bibit siswa unggul yang memiliki keahlian di bidang keagamaan. Para pemenang dari seleksi internal ini nantinya akan dipersiapkan secara intensif untuk mewakili sekolah pada ajang tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Seni Islami (MAPSI) tingkat kabupaten tahun 2026.
Masing-masing kelas mengirimkan dua orang delegasi, terdiri atas satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan, untuk berkompetisi di setiap cabang perlombaan yang disediakan.
Sementara itu, bagi siswa yang tidak menjadi perwakilan lomba keagamaan, sekolah mengarahkan mereka untuk mengikuti kegiatan menggambar kaligrafi secara serentak di dalam kelas masing-masing. Kegiatan menggambar kaligrafi ini tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban seluruh siswa, tetapi juga dijadikan sebagai tahap seleksi awal guna menemukan potensi bakat seni kaligrafi siswa untuk ajang MAPSI 2026 cabang kaligrafi.
Melalui integrasi antara perayaan peringatan hari besar Islam dan kegiatan penyaluran bakat ini, sekolah optimistis dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dari segi ketakwaan dan etika, tetapi juga berprestasi di bidang seni dan keagamaan. #AdmF


