Senin, 27 Oktober 2025, menjadi hari yang membahagiakan dari seni kethek ogleng dan karawitan yang tergabung dalam kontingen Seni dari Kabupaten Wonogiri yang mewakili Lomba di Kulon Progo, Yogyakarta. Lomba berjudul MENOREH Festival Tourism diikuti oleh peserta dari berbagai Wilayah di Indonesia. Lomba tersebut berlangsung selama 4 jam penuh dan dapat dilihat di kanal youtube Pemkab Kulon Progo. Festival ini juga sebagai bagian dari HUT Kabupaten Kulon Progo yang ke-74.

Gambar 1. Tim Kethek Ogleng Kabupaten Wonogiri
Seleksi yang ketat
Setelah informasi terkait lomba tersebut diterbitkan dan SMPN 1 Selogiri selaku sekolah yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri sebagai tim perwakilan dari Kabupaten Wonogiri tersebut menjawab dengan kesanggupan, maka Bapak Kepala Sekolah beserta tim guru kesenian (Bowo Nurcahyo, S.Sn dan Rosita Tuti Hartini, S.Sn) segera merapatkan dan membentuk kelompok tari dan karawitan. Bowo selaku guru seni tari kemudian menggandeng sanggar Ludiro Wonogiri untuk membuat konsep tari yang akan ditampilkan. Kemudian mereka berdua menyeleksi setidaknya 50 siswa yang akan diseleksi menjadi 25 siswa saja. Disisi lain, tim karawitan langsung dinahkodai oleh Rosita Tuti Hartini, S.Sn selaku guru seni karawitan SPENSEL.
Latihan selama 1 bulan penuh
Latihan dimulai sejak awal seleksi. Tim tari melakukan latihan dengan full team 50 siswa di aula sementara tim karawitan memakai tim inti SPENSEL yang telah banyak makan asam garam di dalam perhelatan lomba di berbagai tempat. Mereka berlatih di ruangan karawitan. Tiap hari mereka latihan dimulai dari jam 8 – 12 siang tanpa jeda. Saat ditemui tim redaksi SPENSEL, Bowo mengungkapkan bahwa latihan untuk lomba ini dilakukan secara disiplin. “Kita berlatih dari jam 7.30 hingga 12.00 siang dengan sedikit saja jedanya sehingga diperlukan fisik yang kuat dan ingatan yang kuat pula akan gerakan-gerakannya”, ungkap Bowo. Sementara tim karawitan berlatih hingga sore hari bahkan terkadang hingga magrib.

Gambar 2. Berlatih di luar sekolah
Setelah terjadi seleksi dan tim inti telah terbentuk, maka mereka berlatih intensif. Jika ada jeda waktu, pembimbing juga berkunjung ke ruang karawitan untuk menyelaraskan lagu yang akan dibawakan secara live dengan gerak tarian yang akan dibawakan. Pada tahap pematangan, kedua tim ini sering berlatih bersama agar semakin menyatu antara gerakan dengan gendingnya. Gladi bersih juga dilaksanakan di luar sekolah agar siswa terbiasa dengan tontonan dari khalayak ramai dan melatih mental mereka.
Show Time
H-1 Perlombaan, Tim kesenian SPENSEL bersiap sejak sore di sekolah. Mereka berangkat malam menuju Kabupaten Kulonprogo pada malam hari, sekitar pukul 21.00 WIB dan sampai tempat tujuan sekitar pukul 00.00 WIB. Mereka beristirahat sebentar dan pukul 03.00 pagi mereka bangun dan bersiap-siap untuk dirias. Mereka mempersiapkan segala peralatan sejak pagi. Saat pagelaran dimulai, tim penari bersiap secara fisik karena akan berjalan menempuh jarak beberapa kilometer sebelum mereka finish, sementara tim karawitan menaiki truk yang akan berjalan di depan tim penari.
Sepanjang perjalanan mereka melakukan pertunjukan yang menghibur yang diiringi tim karawitan. Setelah berada di depan panggung pertunjukan, stamina mereka seakan tidak habis. Mereka melakukan pertunjukan secara maksimal dibarengi dengan iringan gending karawitan yang dilaksanakan secara langsung. Hingga pada akhir pertunjukan, mereka mendapatkan sambutan yang meriah dari para juri dan hadirin yang melihat. Dan di sisa perjalanan menuju garis finish, mereka masih melakukan pertunjukan kembali.

Gambar 3. Malam penganugrahan juara di Kulon Progo
Setelah beberapa hari berlangsung, hasil penjurian Menoreh Festival Tourism yang dilaksanakan oleh Pemkab Kulon Progo diumukan di berbagai media. Dan hasilnya SMP N 1 Selogiri berhasil keluar sebagai juara 2 dalam gelaran lomba yang bertingkat Nasional tersebut. Satu minggu kemudian, Bapak kepala sekolah didampingi oleh guru seni berangkat ke Kulon Progo untuk memenuhi undangan penyerahan piala dalam acara Puncak Ulang Tahun Kabupaten Kulon Progo.