Senin, 11 Juli 2025, dalam rangka memperdalam kedalaman ilmu siswa, SMP Negeri 1 Selogiri menyelenggarakan pelatihan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang dilaksanakan secara luring. Pelatihan tersebut merupakan serangkaian kegiatan lanjutan dari diklat PM yang diikuti oleh narasumber sebagai bentuk pengimbasan kepada sekolah. Yang bertindak sebagai narasumber adalah Drs. Agus Joko Sumarno, M.Pd, Sabar Sumarwanto, S.Pd, Sri Hartono, S.Pd, dan Bowo Nurcahyo, S.Sn. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang guru pada pukul 12.00 (setelah jam KBM selesai dilaksanakan) hingga selesai. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala SMPN 1 Selogiri. Moderator sekaligus narasumber ke-3 diisi oleh Sri Hartono, S.Pd. Setelah pembukaan selesai kemudian dilanjutkan oleh paparan materi dari ketiga narasumber secara bergiliran.

Gambar 1. Penyampaian materi oleh narasumber pertama
Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Sabar Sumarwanto, S.Pd mengenai latar belakang hingga penjabarannya serta dilanjutkan penyampaian kerangka kerja dari pembelajaran mendalam tersebut. Selain itu juga disampaikan mengenai karakteristik setiap elemen dari pengalaman belajar yang terdapat dalam pembelajaran mendalam berikut dengan contoh pengaplikasiannya pada mata pelajaran yang diampu, kemitraan pembelajaran yang mana guru mapel dapat saling berkolaborasi dalam proses pembelajaran, serta diakhiri dengan penjabaran taksonomi OSLO.

Gambar 2. Pemaparan materi sesi ke-2
Sesi selanjutnya disampaikan oleh Bowo Nurcahyo, S.Sn yang menjabarkan tentang transformasi peran guru dalam PM. “Guru biasanya kalau disuruh untuk ganti pendekatan, kurikulum, atau metode pasti mengeluh dulu, padahal belum mengetahui esensi dari perubahan tersebut”, kata Bowo dalam pembukaannya. Beliau juga menyampaikan cara implementasi dalam pembelajaran mendalam kepada peserta yang hadir di ruangan tersebut. Selanjutnya beliau menjelaskan tahapan pembuatan rancangan pembelajaran yang dimulai dari analisis CP hingga membuat desain pembelajaran secara utuh dan diakhiri dengan refleksi yang mana menurut penjabaran beliau digunakan tidak hanya untuk siswa akan tetapi sebagai sarana masukan untuk guru agar dapat duganakan sebagai bahan pembenahan pada pertemuan selanjutnya. “Pembuatan rencana pembelajaran itu sangat penting karena memuat tentang apa yang akan kita ajarkan dan proses yang akan dilaksanakan di kelas”, tambah Bowo.

Gambar 3. Penyampaian materi oleh narasumber terakhir.
Materi terakhir disampaikan oleh Sri Hartono, S.Pd dengan topik asesmen. Asesmen dalam pembelajaran mendalam dapat dilaksanakan pada awal, tengah, maupun akhir pembelajaran. Yang pasti proses asesmen dalam pendekatan PM haruslah memuat 3 prinsip utama yaitu Mindful learning (pembelajaran berkesadaran), meaningful learning (pembelajaran bermakna), dan joyful learning (pembelajaran menyenangkan). Beliau dalam paparannya juga menampilkan gambar-gambar contoh implementasi pembelajaran mendalam yang dilaksanakan dari tingkat PAUD hingga SMA/K. Pada akhir pemaparan ini ditutup dengan penguatan tentang taksonomi OSLO yang disinggung oleh narasumber pertama.
Pada akhir sesi, Sri Hartono, S.Pd selaku moderator membuka sesi tanya jawab. Dalam sesi tersebut ada beberapa guru yang mengajukan pertanyaan kepada ketiga narasumber. Ada yang menanyakan tentang cara berkolaborasi antar guru serta cara implementasi pada mata pelajaran tertentu. Dan pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijelaskan oleh ketiga narasumber yang saling berkolaborasi dan menguatkan setiap jawaban yang dilontarkan. Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 14.10. AdmF